Sabtu, 24 Desember 2016
Jumat, 16 Desember 2016
Kamis, 12 Mei 2016
Prak 10 – Membuat Aset Sekunder (Capsule) (Part 2)
Tujuan
- Praktikum ini bertujuan untuk mengenal contoh kombinasi kreatif antara cloner dan spline wrap.
- Cinema 4D R16
- hasil praktikum sebelumnya
- Gunakan pertanyaan berikut untuk menuliskan dasar teori yang relevan
- Cloner adalah tools yang digunakan untuk mengcloning objek agar lebih dari satu
- Spline Wrap berfungsi sebagai
- Cara menggunakan cloner untuk cloner yaitu dengan cara, memasukkan cloner pertama ke cloner yang baru dan mengaktifkan "render instansces", jadi cloner yang pertama akan dianggap sebagai objek biasa oleh cinema 4D.
- Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan
Kesimpulan
pada praktikum kali ini, saya belajar bagaimana mengkreasikan cloner dan spline warp untuk meloop dan membuatnya melingkar. Kesulitan pada praktikum kali ini mungkin hanya menyesuaikan ukuran arc circle dan banyak object yang di duplikat cloner supaya berbentuk melingkar.
Prak 09 – Membuat Aset Sekunder (Capsule)
Prak 09 – Membuat Aset Sekunder (Capsule)
1. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengenal teknik 3D modeling yaitu Polygon Modeling.
2. Alat
Cinema 4D R16
3. Bahan
tanpa bahan
4. Dasar Teori
Polygonal modeling disebut juga dengan sculpting (memahat) karena proses/hasil dari teknik ini menyerupai memahat atau pahatan. Teknik polygonal modeling ini umumnya menggunakan obyek dasar pada standar primitives geometry dan kemudian dimodifikasi menjadi obyek yang diinginkan. Untuk memulai teknik ini obyek standar pada primitive geometry terlebih dahulu dikonversi menjadi editable mesh atau editable poly dan kemudian dengan memanipulasi atau editing pada vertex, edge, face, poly, border, atau element dapat digunakan untuk membuat model yang sangat kompleks sesuai kebutuhan dengan relatif cepat
Polygonal Modeling, merupakan modeling yang terdiri dari vertices(vertex/titik), yang jika disambungkan akan membentuk sebuah edge(garis), sehingga jika disambungkan dengan edge lain dapat membentuk sebuah face (bidang).
Subdivision Surface merupakan teknik yang pertama dikenalkan oleh Ed Catmull dan Clark dari Pixar pada tahun 1978. Awalnya teknik ini hanya digunakan untuk merepresentasikan bidang yang halus, namun belakangan dimanfaatkan bersamaan dengan teknik yang bernama sculpting (pahat), sehingga memungkinkan seseorang memahat objek 3D dalam bentuk digital.
Smooth Shift adalah tool yang ada pada Cinema 4D yang digunakan untuk menghaluskan sebuah path.
5. Tugas Praktikum
Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan
6. Hasil Praktikum
7. Kesimpulan
Tuliskan kesulitan-kesulitan yang kalian hadapi dan solusi yang kalian gunakan
8. Referensi
http://www.mohhasbias.com/prak-09-membuat-aset-sekunder-capsule/
Kamis, 21 April 2016
Prak 08 – Membuat Material Mirip Lampu Stadion
Prak 08 – Membuat Material Mirip Lampu Stadion
1. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengenal contoh pembuatan material yang bersifat spesifik dalam hal ini adalah sebuah material yang terlihat seperti lampu stadion.
2. Alat
Cinema 4D R16
3. Bahan
praktikum sebelumnya
4. Dasar Teori
Bump Map disini merupakan teknik untuk memberikan benjolan atau kerutan seperti tekstur untuk membuat objek material terlihat seperti nyata dan tidak kaku. Channel Color berfungsi untuk mengatur warna dasar pada material sesuai yang kita inginkan tanpa terpengaruh pada pencahayaan.
Channel Reflection ini berfungsi untuk memberikan refleksi dari material terhadap objek yang ada di sekitarnya. Dan yang terakhir kita menggunakan channel luminance. Channel Luminance disini berfungsi untuk memungkinkan kita menngatur material yang dapat terlihat meskipun tidak ada satupun sumber cahaya karena material ini dapat memancarkan cahaya sendiri.
Textures circles berfungsi untuk memberikan tekstur bulat atau seperti lingkaran yang menjadikan objek yang kita buat terlihat timbul timbul bulat kecil kecil yang bisa kita atur dan sesuaikan sendiri ukurannya.
5. Tugas Praktikum
Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan
6. Petunjuk Praktikum
Membuat material mirip lampu stadion
7. Hasil Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengenal contoh pembuatan material yang bersifat spesifik dalam hal ini adalah sebuah material yang terlihat seperti lampu stadion.
2. Alat
Cinema 4D R16
3. Bahan
praktikum sebelumnya
4. Dasar Teori
Bump Map disini merupakan teknik untuk memberikan benjolan atau kerutan seperti tekstur untuk membuat objek material terlihat seperti nyata dan tidak kaku. Channel Color berfungsi untuk mengatur warna dasar pada material sesuai yang kita inginkan tanpa terpengaruh pada pencahayaan.
Channel Reflection ini berfungsi untuk memberikan refleksi dari material terhadap objek yang ada di sekitarnya. Dan yang terakhir kita menggunakan channel luminance. Channel Luminance disini berfungsi untuk memungkinkan kita menngatur material yang dapat terlihat meskipun tidak ada satupun sumber cahaya karena material ini dapat memancarkan cahaya sendiri.
Textures circles berfungsi untuk memberikan tekstur bulat atau seperti lingkaran yang menjadikan objek yang kita buat terlihat timbul timbul bulat kecil kecil yang bisa kita atur dan sesuaikan sendiri ukurannya.
5. Tugas Praktikum
Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan
6. Petunjuk Praktikum
Membuat material mirip lampu stadion
7. Hasil Praktikum
8. Kesimpulan
pada praktikum kali ini, penambahan material membuat efek seperti lampu stadion. pada saat pengaturan ukuran cubic material di kolom tag, saya menggunakan tiles 30%, karena ukuran tersebut sesuai dengan keinginan saya. selebihnya saya mengikuti persis seperti petunjuk praktikum.
pada praktikum kali ini, penambahan material membuat efek seperti lampu stadion. pada saat pengaturan ukuran cubic material di kolom tag, saya menggunakan tiles 30%, karena ukuran tersebut sesuai dengan keinginan saya. selebihnya saya mengikuti persis seperti petunjuk praktikum.
Minggu, 17 April 2016
Prak. 7 – Membuat Aset Utama
Prak. 7 – Membuat Aset Utama
1. Tujuan
Praktikum ini berisi tutorial project yang terdiri dari 5 pertemuan praktikum. Pada pertemuan ini, kegiatannya adalah pembuatan aset utama yang terdiri dari 3D Text dan Capsule.
2. Alat
Adobe Illustrator CC
Cinema 4D R16
Cinema 4D R16
3. Bahan
Tanpa bahan
Tanpa bahan
4. Dasar Teori
adalah cara permodelan - NURBS modeling
- Cara kerja Sweep di Cinema 4D
Sweep NURB adalah benar-benar menyenangkan . Ini super mudah digunakan selama Anda mengaturnya dengan benar . Sebuah NURB Sweep adalah bentuk dibuat dengan mengambil satu spline dan memproyeksikan itu sepanjang spline lain . Untuk memahami apa artinya , kita lihat di sekitar meja Anda . Kabel yang melekat pada mouse , atau kabel listrik , atau AC duct-- ini merupakan contoh yang bagus dari Sweep NURBS . Sekarang NURB jangka , Non Uniform Rational B - Spline , memiliki kata B - spline di dalamnya, tetapi tidak mengambil yang berarti bahwa Anda hanya dapat menggunakan B - splines dengan NURBS . Aku hanya kebetulan seperti menggunakan spline B- dengan objek Sweep NURB , tetapi Anda dapat menggunakan jenis spline sama sekali .
- Bump map pada material setting
Bump map sebenarnya salah satu jenis yang lebih tua dari map kita akan melihat hari ini. Hal pertama yang Anda harus memahami tentang Bump map adalah bahwa detail yang mereka buat adalah palsu. Itu benar, Bump map menciptakan ilusi kedalaman pada permukaan model menggunakan trik pencahayaan yang sangat sederhana. Tidak ada resolusi tambahan ditambahkan ke model sebagai hasil dari Bump map. Biasanya, Bump map adalah gambar grayscale yang terbatas pada 8-bit informasi warna. Itu hanya 256 warna yang berbeda dari hitam, abu-abu atau putih. Nilai-nilai ini di peta benjolan digunakan untuk memberitahu software 3D pada dasarnya dua hal. Atas atau bawah. Ketika nilai-nilai di Bump map yang dekat dengan 50% abu-abu, ada sedikit atau tidak ada detail yang datang melalui di permukaan. Ketika nilai-nilai mendapatkan terang, bekerja dengan cara mereka ke putih, rincian muncul untuk menarik keluar dari permukaan. Untuk kontras itu, ketika nilai-nilai mendapatkan lebih gelap dan lebih dekat ke hitam, mereka tampaknya mendorong ke permukaan. Bump map benar-benar hebat untuk menciptakan rincian kecil di model. Misalnya pori-pori atau kerutan pada kulit. Mereka juga relatif mudah untuk membuat dan mengedit dalam aplikasi 2D seperti Photoshop mengingat Anda hanya menggunakan nilai-nilai grayscale. Masalah dengan Bump map adalah bahwa mereka melanggar cukup mudah jika kamera memandang mereka dari sudut yang salah. Karena detail yang mereka buat adalah palsu dan tidak resolusi nyata yang ditambahkan, siluet geometri bahwa Bump map diterapkan akan selalu terpengaruh oleh map.
5. Tugas Praktikum
Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan
Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan
6. Hasil praktikum
7.kesimpulan
Dalam praktikum ini, kami membuat aset untuk projek baru. keduanya tidak terlalu mengalami kesulitan yang cukup berarti. karena sudah mendapatkan materi pada projek sebelumnya. semoga ilmu ini terus diingat dan bermanfaat.
tetapi saya menambahkan beberapa efek diluar praktikum,yang tidak seperti referensinya juga saya tidak tracing menggunakan ilustrator namun saya menggunakan motext salah satu tool yg ada di c4d
Kamis, 07 April 2016
Prak 06 – Membuat Progression Reel
Prak 06 – Membuat Progression Reel
1. Tujuan
Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah mengemas hasil praktikum-praktikum sebelumnya menjadi sebuah showreel yang bisa digunakan sebagai portofolio.
2. Alat
Adobe Premiere Pro CC
3. Bahan
hasil praktikum-praktikum sebelumnya
1. Prak 1: Logo utama 360
2. Prak 2: Hasil penambahan camera path
3. Prak 3: Secondary Assets
4. Prak 3: Logo Movement
5. Prak 4: Camera Depth
6. Prak 5: Flare
7. Prak 5: Particles
8. Prak 5: Chromatic Aberration
9. Prak 5: Vignette
1. Prak 1: Logo utama 360
2. Prak 2: Hasil penambahan camera path
3. Prak 3: Secondary Assets
4. Prak 3: Logo Movement
5. Prak 4: Camera Depth
6. Prak 5: Flare
7. Prak 5: Particles
8. Prak 5: Chromatic Aberration
9. Prak 5: Vignette
4. Dasar Teori
Gunakan pertanyaan berikut untuk menuliskan dasar teori yang relevan
- Showreel adalah Portofolio video yang menunjukkan bakat seorang aktor, sutradara, dll
- Progression Reel adalah kumpulan dari proses selama memproduksi Film atau Episode.
5. Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, buatlah progression reel-nya.
6.Hasil praktikum
Berikut adalah contoh progression reel dari praktikum-praktikum sebelumnya
7. kesimpulan
Dengan adanya praktikum untuk membuat Progression Reel dari Animasi 3D logo favorit menggunakan Cinema 4D dan Adobe After Effect membuat saya tahu step-step apa saja yang saya lalui selama 6minggu praktikum. Kesulitan yang saya rasakan disepanjangan saya menyelesaikan tugas ini yaitu saat mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh Dosen, disitu kadang saya merasa bingung jika hasil yang saya lakukan tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan. Kesalahan yang terjadi ini akan segera saya perbaiki agar bisa lebih baik untuk praktikum selanjutnya.
8. Referensi
Minggu, 03 April 2016
Prak 05 – Adding Flare, Particles, Vignette, and Chrome Aberration
Prak 05 – Adding Flare, Particles, Vignette, and Chrome Aberration
1. Tujuan
Pada tahap ini, bertujuan untuk menambah detail dari animasi logo dari praktikum sebelumnya. Dengan cara menambahkan flare dan particles. Kemudian menambahkan lens effect seperti vignette dan chrome aberration
2. Alat
Maxon Cinema 4D R16
Adobe After Effects CC 2015
Knoll Light Factory
Trapcode Particular
Adobe After Effects CC 2015
Knoll Light Factory
Trapcode Particular
3. Bahan
4. Dasar Teori
Flare
Bagian yang menarik Optical Suar ' adalah antarmuka yang mengesankan , yang jelas , visual dan mudah digunakan . Jika Anda ingin preset , ada banyak , dan jika Anda ingin melakukan penyesuaian atau membuat dari awal , itu sederhana . Ketika datang ke hasil estetika ada sedikit untuk memilih antara plugin flare , tapi Optical Flares memiliki preset lebih baik dibandingkan pesaingnya . Menghidupkan flare dalam ruang 3D , dan mengintegrasikan mereka ke dalam rekaman Anda lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan plugin lainnya .
Particles
Untuk menciptakan percikan api , salju atau partikel berbasis efek grafis gerak , tidak ada pengganti untuk Trapcode khusus . Dengan kontrol atas jenis partikel , bentuk, ukuran , warna dan blending mode , Anda dapat membuat setiap partikel terlihat dibayangkan , mengganggu partikel Anda dengan udara atau gravitasi . Khususnya cepat menjadi salah satu plugin yang paling populer untuk After Effects , dan tetap merupakan cara tercepat untuk menghidupkan sistem partikel yang kompleks . Anda dapat menambahkan blur dan mengatur emisi partikel untuk mengikuti jalan cahaya 3D , sehingga memungkinkan untuk menciptakan mendalam animasi . Partikel juga bereaksi terhadap lampu di Setelah ruang 3D Effects ' , dan dapat diatur untuk menerima bayangan . Mudah untuk belajar dengan kemungkinan tak terbatas .
Bagian yang menarik Optical Suar ' adalah antarmuka yang mengesankan , yang jelas , visual dan mudah digunakan . Jika Anda ingin preset , ada banyak , dan jika Anda ingin melakukan penyesuaian atau membuat dari awal , itu sederhana . Ketika datang ke hasil estetika ada sedikit untuk memilih antara plugin flare , tapi Optical Flares memiliki preset lebih baik dibandingkan pesaingnya . Menghidupkan flare dalam ruang 3D , dan mengintegrasikan mereka ke dalam rekaman Anda lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan plugin lainnya .
Particles
Untuk menciptakan percikan api , salju atau partikel berbasis efek grafis gerak , tidak ada pengganti untuk Trapcode khusus . Dengan kontrol atas jenis partikel , bentuk, ukuran , warna dan blending mode , Anda dapat membuat setiap partikel terlihat dibayangkan , mengganggu partikel Anda dengan udara atau gravitasi . Khususnya cepat menjadi salah satu plugin yang paling populer untuk After Effects , dan tetap merupakan cara tercepat untuk menghidupkan sistem partikel yang kompleks . Anda dapat menambahkan blur dan mengatur emisi partikel untuk mengikuti jalan cahaya 3D , sehingga memungkinkan untuk menciptakan mendalam animasi . Partikel juga bereaksi terhadap lampu di Setelah ruang 3D Effects ' , dan dapat diatur untuk menerima bayangan . Mudah untuk belajar dengan kemungkinan tak terbatas .
Vignette
Vignetting adalah penggelapan di sudut-sudut foto
Chrome Aberration
Chroma aberration adalah penyimpangan karena sifat warna. Setiap warna ternyata dibelokkan berbeda oleh lensa, sehingga jadi menyebar atau ter-dispersi.
5. Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
1. Tambahkan Flare
2. Tambahkan Particles
3. Tambahkan Vignette
4. Tambahkan Chrome Aberration
hasil praktikum
Kesimpulan
Pada praktikum kali ini, materi yang diberikan cukup menarik. fungsi dari beberapa hal di atas membuat animasinya tampil lebih cantik dan membuatnya lebih menarik. Dan pada praktikum kali ini, cukup membutuhkan waktu yg cukup lama, karena adanya proses downloading.
Kamis, 31 Maret 2016
Prak 04 – Camera Depth, Multi Pass Render, dan Compositing using AE
Prak 04 – Camera Depth, Multi Pass Render, dan Compositing using AE
- Tujuan
Pada praktikum ini, mahasiswa diajak untuk ngincip dikit tentang Compositing menggunakan After Effects. Dimulai dengan Render Setting di C4D kemudian dilanjut pada kegiatan compositing di AE. - Alat
Maxon Cinema 4D R16
Adobe After Effects CC 2015 - Bahan
hasil praktikum sebelumnya - Dasar Teori
Camera Depth adalah mengatur fokus camera pada objek tertentu
Multi Pass Rendering adalah merender dari satu objek yang terdiri dari beberapa elemen dan memisah misahkan hasil render dari setiap elemen tersebut
DOF adalah untuk mengatur rentang jarak ketajam area fokus dari suatu objek tertentu
Compositing adalah ombinasi dari unsur-unsur visual dari sumber terpisah menjadi gambar tunggal, sering untukmenciptakan ilusi bahwa semua elemen adalah bagian dariadegan yang sama. - Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
- Multi Pass Rendering untuk logo, obyek sekunder, background, dan depth
- Import masing-masing image sequences ke AE.
- Implementasi DOF di AE menggunakan effect Camera Lens Blur - hasil praktikum
Pada praktikum kali ini saya mendapatkan kesulitan pada saat memasuki AE, karena saya baru pertama menggunakan AE dan tampilannya panel-panelnya yang sangat banyak, mungkin itu merupakan salah satu faktor membuat saya kebingungan, dan kesulitan lainnya pada memberikan efek DOF pada AE itu juga membuat saya bingung namun saya terus mencobanya dan memperhatikan langkah-langkahnya dan menghasilkan hasil seperti video diatas.
8.Referensi Logo Animation in Cinema 4D and After Effects
Minggu, 27 Maret 2016
PRAK 03 – SECONDARY ASSETS, LOGO MOVEMENT, F-CURVES
PRAK 03 – SECONDARY ASSETS, LOGO MOVEMENT, F-CURVES
1. Tujuan
Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada sebuah animasi 3D yaitu Secondary Assets dan Movement. Pada praktikum ini, penambahan movement diperdetail dengan menggunakan F-Curves.
2. Alat
Adobe Illustrator CCMaxon Cinema 4D R16
3. Bahan
hasil praktikum sebelumnyaasset sekunder download
4. Dasar Teori
Gunakan pertanyaan berikut untuk menuliskan dasar teori yang relevanJelaskan fungsi secondary Assets
Jelaskan fungsi F-Curves
5. Tugas Praktikum
Secondary Assets adalah menggunaan objek lama dalam pengaplikasian yang baru. Dalam Secondary Assets ini peran fungsinya adalah sebagai objek tambahan untu memperindah objek yang dianimasikan. F-Curve Editor ini fungsinya untuk mengontrol animasi pada hampir semua elemen, termasuk material dan parameter world dengan mengontrol curva animasi. Key framenya dihubungkan oleh garis curva, dalam F-Curve Editor. Titik pada F-Curve Editor merupakan key frame. Sumbu X pada F-Curve Editor mewakili key frame, sedangkan yang diwakili oleh sumbu Y bergantung pada parameter yang dianimasikan.
6. Hasil Praktikum
8. Kesimpulan
setelah melakukan praktikum ini saya akhirnya bisa mengenal yang namanya secondary basset serta bisa meambahkan gerakan tambahan pada asset utama saya.9. Referensi
Logo Animation in Cinema 4D and After EffectsKamis, 10 Maret 2016
Prak 02 – Camera Path, Lighting, and Material
Prak 02 – Camera Path, Lighting, and Material
1. Tujuan
Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada sebuah animasi 3D yaitu Camera Path, Lighting, Material. Camera path diimplementasikan menggunakan spline. Lighting menggunakan Physical Sky dan Area Light.
2. Alat
Adobe Illustrator CC
Maxon Cinema 4D R16
Time Lapse Assembler
Maxon Cinema 4D R16
Time Lapse Assembler
3. Bahan
hasil praktikum sebelumnya
4. Dasar Teori
Gunakan pertanyaan berikut untuk menuliskan dasar teori yang relevan
1. Motion guide adalah suatu fitur pada flash agar suatu object dapat berjalan mengikuti garis
camera path pergerakan camera untuk melihat pergerakan object yg di bidik pada cinema 4d
2. physical sky yaitu wren later dari langit seguia waktu yg ditentukan
area light merupakan arah cahaya pada cinema 4d yg ditujukan utk memberi efek cahaya dan bayangan pada objek nya
3. material contohnya yaitu danel yg ditujukan berfungsi sebagai warna pada objek yg kita buat
5. Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, tambahkan:
- Pergerakan kamera menggunakan teknik camera path
- Lighting sederhana dan mudah menggunakan Physical Sky dan Area Light
7. Hasil Praktikum
8. Kesimpulan
Tuliskan kesulitan yang kalian hadapi dan solusi yang kalian gunakan
9. Referensi
Jumat, 04 Maret 2016
Prak 01 – Logo 3D 360 (Turn Table Animation)
Prak 01 – Logo 3D 360 (Turn Table Animation)
1. Tujuan
Perkenalan dengan dunia 3D melalui pembuatan animasi object berputar 360 derajat atau disebut juga turn table animation.
2. Alat
Adobe Illustrator CC
Maxon Cinema 4D R16
Time Lapse Assembler
Maxon Cinema 4D R16
Time Lapse Assembler
3. Bahan
Logo PENS. Silahkan download dari pedoman identitas PENS
4. Dasar Teori
Gunakan pertanyaan berikut untuk menuliskan dasar teori yang relevan
Animasi jenis ini juga biasa disebut dengan film kartun. Kartun sediri berasal dari kata Cartoon, yang artinta gambar yang lucu. Contohnya adalah : Lonney Tunes, Tom and Jerry, Doraemon, dan lain sebagainya.
Animasi 3D
Animasi 3d adalah pengembang dari animasi 2d. Dengan animasi 3d, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Contohnya Toy Story, Monster Inc, Finding Nemo, The Incredible, hingga Final Fantasy.disini kita bisa melihat perbedaan visual jika dibandingkan dengan animasi 2d. Kesemuanya itu biasa juga disebut dengan animasi 3d atau Computer Generated Imagery (CGI).
2.tracing merupakan suatu mirroring atau menggambar ulang suatu object dari sisi bagian outline saja. Dengan kata lain mengeblat gambar aslinya.
3
.- Di C4D kita dapat langsung membuat object tracing 2 dimensi menjadi 3 dimensi secara langsung dengan tool Extrude
- Tidak perlu membuat frame by frame seperti di Flash
5. Tugas Praktikum
Buatlah animasi 360 dari logo favorit kalian
6. Hasil Praktikum
7. Kesimpulan
kita bisa membuat animasi berbasis 3d dengan cara tracing terlebih dahulu dan melanjutkan ke cinema 4d yg sekaligus barusan kita pelajari
8. Referensi
Langganan:
Postingan (Atom)